Bahaya Sengatan Tawon : Dapat Mengakibatkan Kematian

Pada September 2013 National Geographic memberitakan tentang serangkaian peristiwa sengatan tawon yang mematikan di negara Cina yang memaksa pemerintahnya mengeluarkan pernyataan resmi yang memeringatkan warganya agar menghindari berjalan di ladang maupun wilayah hutan kayu. Dilaporkan setidaknya 28 orang telah tewas dan ratusan lainnya mengalami luka serius karena serangan kawanan tawon.

jasa pembasmi tawon

Peristiwa tersebut merupakan kabar mengejutkan mengingat mereka (warga Cina) sama sekali tidak menyangka bahwa tawon akan memberikan efek sengatan yang dapat mengakibatkan kematian. Sebenarnya di Indonesia pun peristiwa serupa juga pernah terjadi meskipun tidak pernah terpublikasikan secara luas (peristiwa serupa yang disaksikan langsung oleh si penulis artikel ini sendiri).

Secara awam orang sering menyamakan tawon dengan lebah, padahal mereka berbeda. Tawon merupakan salah satu anggota ordo Hymenoptera yang terdiri dari Lebah, Tawon dan semut.

Serangga ini akan menyerang siapa saja jika mereka merasa terganggu, efek sengatan yang ditimbulkan terkadang bisa ringan tapi bisa juga berakibat fatal karena korban yang tersengat bisa meninggal (tergantung dari sensitivitas individu) yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap racun tawon . Hanya tawon betina yang mempunya alat penyengat, alat penyengatnya terdapat di bagian perut (abdomen) yang fungsi sebenarnya adalah sebagai saluran penyalur telur (ovipositor). Ada anggapan bahwa setelah tawon menyengat korbannya maka tawon atau lebah tersebut akan mati. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena ada tawon yang mampu menyengat berkali-kali.

Secara klinis orang yang disengat tawon akan menunjukkan gejala-gejala yang sifatnya bisa lokal atau sistemik karena envenomation atau reaksi alergi Envenomation. Sekali venom dikeluarkan dan tersalurkan pada tubuh korban maka akan segera timbul reaksi berupa nyeri yang hebat dan diikuti dengan peradangan di area sengatan yang gejalanya dapat terlihat dari timbulya bengkak kemerahan, gatal dan terasa seperti terbakar. Sengatan yang banyak, misalnya disengat oleh beberapa ekor tawon juga bisa menyebabkan gejala muntah, diare, pingsan, sesak nafas, gangguan perdarahan hingga kematian akibat reaksi alergi.

Kematian juga bisa disebabkan karena reaksi alergi cepat (anafilaksis) yang menyebabkan syok. Reaksi ini terjadi paling sering pada 15 menit pertama setelah venom dikeluarkan dari kantungnya dan masuk ke tubuh korban. Walaupun jarang terjadi, reaksi alergi yang lambat (delayed-onset) bisa juga terjadi, yang bisa menyebabkan kelainan sendi, dimana korban akan merasakan nyeri di area sendi dan demam, gangguan pada ginjal berupa proses peradangan (nefritis), dan sindroma Gullian Barre yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot pernafasan yang bisa saja berakhir dengan kematian.

Melihat akibat yang dapat ditimbulkan oleh venom serangga terbang tersebut, maka apabila tersengat tawon segeralah bawah korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sekalipun nyeri akibat sengatan bisa menghilang tanpa pengobatan dalam waktu beberapa jam. Dan jika tersengat tawon, jangan sekali-kali melakukan upaya melepaskan tawon dari badan dengan cara menariknya, karena hal ini dapat menyebabkan venom yang masih terdapat dalam kantongnya yang terdapat dibagian perutnya justru akan keluar. Lakukan secara hati-hati, sengatnya bisa dilepaskan dengan menggunakan benda tajam, misalnya pisau, lalu cuci dengan sabun dan air. Dan untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan, pada area yang tersengat bisa dikompres es, daging mentah atau diberi cream yang mengandung anti histamin dan kortikosteroid. 

Jika Anda memerlukan konsultasi atau layanan pengendalian hama (rayap, tikus, kecoak, semut, tawon, lalat, dll.) di rumah atau usaha Anda, silahkan hubungi kami di telepon 


Ketahui lebih lanjut tentang mengatasi Tawon: